Pages

Sunday, November 24, 2013

SETTING KOMPUTER



Volume 1
Basic Input Output System (BIOS)

Mengenal Setup BIOS
Setelah selesai merakit Komputer, hal yang perlu dilakukan adalah mengetes semua komponen, apakah sudah terpasang dengan benar atau belum. Jika terpasang benar, maka komputer akan mengeluarkan suara beep satu kali. Jika tidak, komputer akan mengeluarkan bunyi beberapa kali sesuai dengan kondisi kesalahan yang terjadi saat proses perakitan.

Apa sebenarnya kode beep ini? Jika anda kesulitan menafsirkan tanda-tanda suara (bunyi beep) saat pertama kali komputer dinyalakan, maka kode beep ini dapat dianalogikan dengan foto aura pada manusia yang dapat mendeteksi segala penyakit yang ada pada seseorang. Kalau pada foto aura tiap warna mengidentifikasian gejala penyakit, begitu pula dengan kode beep yang ada pada setiap komputer. Ya, cukup dengan menyimak “lagu” yang didendangkan oleh BIOS ini, “penyakit” atau masalah yang ada pada PC dapat dideteksi secara dini.

Ada dua standar yang biasa dipakai pada sebagian besar PC, yaitu beep code buatan Phoenix dan American Megatrends Inc. Untuk mengetahui standar yang digunakan pada motherboard yang anda pakai, anda cukup melihat buku manual motherboard anda. Dapat juga dengan cara me-restart PC dan masuklah pada sistem BIOS. Pada bagian tersebut anda temukan sistem BIOS yang dipakai.

Bunyi yang terdengar pada saat komputer diboot dapat terdengar satu kali, dua kali, tiga kali, terus-menerus, atau tidak terdengar sama sekali. Jika tidak terdengar bunyi sama sekali, berarti ada tiga kemungkinan masalah sedang dihadapi PC anda. Diantaranya yaitu:
  1. Periksa power supply, apakah berfungsi dengan baik atau tidak. Kalau memang tidak ada tegangan, berarti masalah memang ada pada komponen tersebut.Motherboard yang “rewel”. 
  2. Periksa apakah motherboard yang anda pakai masih berfungsi bagus.
  3. Speaker internal anda yang tidak baik atau memang speaker tersebut tidak terasang pada soket yang sesuai.

Jika beep satu kali, menandakan semua komponen sistem PC yang bersangkutan bekerja dengan baik. Komputer sudah siap digunakan.

Namun, jika bunyi beep satu kali ini terdengar tetapi tidak ada gambar apapun yang terlihat, periksa kabel interface dan monitor sudah terhubung pada port video yang sesuai. Jika anda memakai kartu grafis (VGA card), kabel monitor harus tersambung pada kartu grafis tersebut dan bukan pada port video onboard pada motherboard. Kalau semua itu sudah benar, tetapi gambar tetap saja tidak terlihat pada layar monitor dapat dipastikan motherboard anda mengalami masalah dengan chip yang berhubungan dengan unsur grafis. Langkah pertama yang dilakukan mereset komputer untuk melakukan booting ulang. Jika kondisinya masih tetap sama, ini menandakan salah satu chip memang rusak. Langkah satu-satunya yang paling aman adalah mengganti kartu grafis anda.

Jika beep dua kali yang anda dengar berarti ada sesuatu yang kurang beres pada monitor PC anda. Periksa fasilitas video atau grafis yang ada. Jika fasilitas video ini bekerja dengan baik, pada monitor akan tampak pesan error. Apabila fasilitas ini tidak bekera, berarti ada masalah dengan parity pada bagian 64 KB yang pertama. Hal yang harus anda lakukan adalah memeriksa SIMM yang ada. Pasang kembali komponen ini secara benar kemudian lakukan booting ulang. Jika bunyi sebanyak ini masih saja terdengar, berarti kerusakan ada pada chip memori. Cara lain yang dapat anda lakukan yaitu dengan menukar kedudukan chip memori yang pertama dengan yang kedua. Ada baiknya anda periksa dahulu pada buku manual mana tempat kedudukan memori pertama pada motherboard yang anda pakai. Apabila memori yang dipakai ternyata masih dalam kondisi prima berarti kerusakan ada pada motherboard.

Kalau bunyi beep tiga kali yang anda dengar, lakukanlah pemeriksaan seperti langkah nomor tiga. Biasanya bunyi ini menandakan kerusakan atau kesalahan yang hamper sama dengan bunyi beep dua kali.

Bunyi beep lebih dari tiga kali berarti kesalahan yang terjadi hamper sama dengan bunyi beep dua kali maupun tiga kali. Langkah-langkah untuk masalah dengan bunyi beep dua kali dilakukan kembali untuk memeriksa kesalahan. Pada bunyi beep sebanyak ini, masalah dapat juga berfungsi dengan baik. Dapat juga bunyi sebanyak ini menandakan motherboard anda sedang “protes” karena sesuatu hal yang berhubungan dengan memori. Periksa memori yang ada apakah kedudukannya sudah benar.

Setelah itu lakukannlah booting ulang. Kalau semua langkah tersebut sudah dilakukan, tetapi BIOS masih “meraung-raung” itu tandanya motherboard anda harus diganti. Ada kiat lain yang dapat dilakukan bila masalah ini terjadi, ganti prosesor anda, meski cara ini boleh dibilang cukup mahal.

0 comments:

Post a Comment