Rabu, 06 Februari 2013

Metode Pembelajaran-Every One Is Teacher Here



Pengertian metode Every One Is Teacher Here

Menurut pendapatnya Sodiq (2001: 21), Metode Every One Is teacher Here yaitu metode yang dapat digunakan untuk meningkatkan proses pembelajaran siswa, dan dapat disesuaikan dengan tujuan yang ingin dicapai oleh pembelajaran pada berbagai mata pelajaran, khususnya mencapaian tujuan yaitu meliputi aspek: kemampuan mengemukakan pendapat, kemampuan menganalisa masalah, kemampuan menuliskan pendapat-pendapatnya (kelompoknya) setelah melakukan pengamatan, kemampuan menyimpulkan, dan lain-lain.

Tehnik pembelajaran Every One Is Teacher Here (semua orang adalah guru), adalah pembelajaran yang memungkinkan peserta didik untuk dapat belajar dengan mudah, menyenangkan dan dapat tercapai tujuan pembelajaran sesuai dengan tuntutan kompetensi, untuk mengembangkan Interaksi pembelajaran siswa dilakukan dengan siswa menulis pertanyaan dikartu index dan mempersiapkan jawabannya, dan berkomunikasi karena dengan berkomunikasi pembelajaran dititik beratkan pada hubungan antar individu dan sumber belajar yang lain dan berorientasi pada kemampuan individu untuk berhubungan dengan sumber belajar tersebut. Tehnik pembelajaran ini memotivasi semua siswa untuk aktif dan memberi kesempatan pada siswa untuk mengajar temannya dan mempelajari sesuatu dengan baik pada waktu yang sama, serta dapat membuat pertanyaan dan mengemukakan pendapat.[1]
Dibawah ini merupakan salah satu teknik pembelajaran aktif model Every one is teacher here dengan langkah penerapannya:
1)       Every One Is Teacher Here (setiap siswa bisa menjadi guru)
Setiap siswa bisa menjadi guru, merupakan strategi yang mudah untuk mendapatkan partisipasi seluruh kelas dan pertanggung jawaban individu. Strategi ini memberikan kesempatan bagi setiap siswa untuk bertindak sebagai “guru” bagi siswa lain atau suatu strategi yang digunakan oleh pendidik dengan maksud meminta peserta didik untuk semua berperan menjadi nara sumber terhadap para temannya dikelas belajar.
Langkah-langkah penerapannya:
a)     Berikan bahan bacaan dan meminta peserta untuk membaca bahan tersebut.
b)     Mintalah setiap peserta untuk membuat pertanyaan dari bahan tersebut dan ditulis dikertas.
c)      Kocoklah kertas pertanyaan tersebut, lalu bagikan kembali pada semua peserta.
d)     Mintalah peserta dalam hati sambil memikirakan jawabannya dari pertanyaan tersebut.
e)      Panggil secara bergantian untuk membaca prtanyaan dan jawaban masing-masing.
f)      Minta peserta lain untuk membei tanggapan.[2]
2)       Prinsip dan Tujuan Every One Is Teacher Here
Menurut pendapat Asy syaibany Metode Every One Is Teacher Here menjelaskan bahwa terdapat tujuh prinsip pokok yang harus diterapkan oleh seorang guru dalam hal metode pengajaran, yaitu:
1)     mengetahui motivasi, kebutuhan, dan minat anak didiknya;
2)     tujuan pendidikan yang sudah diterapkan sebelum pelaksanaan
3)     pendidikan;
4)     mengetahui tahap kematangan (maturity), perkembangan, serta perubahan anak didik;
5)     mengetahui perbedaan-perbedaan individu anak didik;
6)     memperhatikan pemahaman dan mengetahui hubungan-hubungan, dan kebebasan berfikir;
7)     menjadikan proses pendidikan sebagai pengalaman yang menggembirakan bagi anak didik; dan
8)     menegakkan contoh yang baik (uswatun hasanah).
Penjelasan tersebut diperkuat bahwa tujuan diadakannya metode adalah menjadikan proses dan hasil belajar mengajar menjadi lebih baik berdaya guna dan menimbulkan kesadaran anak didik untuk mengamalkan ketentuan ajaran agama (Islam) melalui teknik motivasi yang menimbulkan gairah belajar anak didik secara mantap.
Sementara itu, pembelajaran adalah “proses interaksi peserta didik dengan pendidik dan sumber belajar pada suatu lingkungan belajar.”[3] Sehingga dapat dipahami bahwa metode pembelajaran adalah suatu cara yang harus dilalui untuk menyajikan bahan pelajaran agar tercapai tujuan pelajaran.
Dalam firman Allah swt. disebutkan
“Dan carilah jalan (metode) yang mendekatkan diri kepada-Nya dan bersungguh-sungguh pada jalan-Nya.” (Q.S. al-Maidah: 35)

Ayat tersebut menunjukkan bahwa dalam proses pelaksanaan pendidikan dibutuhkan adanya metode yang tepat, guna menghantarkan tercapainya tujuan pendidikan yang dicita-citakan. Seperti halnya materi, hakekat metode hanya sebagai alat, bukan tujuan.
Untuk merealisir tujuan sangat dibutuhkan alat. Bahkan alat merupakan syarat mutlak bagi setiap kegiatan pendidikan dan pengajaran. Bila kiai maupun ustadz mampu memilih metode dengan tepat dan mampu menggunakannya dengan baik, maka mereka memiliki harapan besar terhadap hasil pendidikan dan pengajaran yang dilakukan. Mereka tidak sekedar sanggup mengajar santri, melainkan secara profesional berpotensi memilih model pengajaran yang paling baik diukur dari perspektif didaktik-methodik. Maka proses belajar-mengajar bisa berlangsung secara efektif dan efisien, yang menjadi pusat perhatian pendidikan modern sekarang ini.[4]
Uraian tersebut di atas, menunjukkan bahwa fungsi metode pendidikan adalah mengarahkan keberhasilan belajar dan memberikan kemudahan kepada anak didik. Sedangkan, tugas utamanya adalah mengadakan aplikasi prinsip-prinsip psikologis dan pedagogis agar anak didik dapat menghayati, mengetahui, dan mengerti materi yang diajarkan. Selain itu, tugas utama dalam metode tersebut adalah membuat perubahan tingkah laku, sikap, minat anak didik kepada perubahan yang nyata.[5]
3)       Peran pembelajaran Aktif dengan metode Every One Is Teacher Here dalam meningkatkan motivasi belajar siswa
Pembelajaran aktif model Every One Is Teacher Here mempunyai peran yang sangat penting dalam pembelajaran. Menurut Sodiq (2001:21) bahwa metode Every One Is Teacher Here dapat meningkatkan motivasi, keaktifan dan prestasi belajar siswa.[6]
Untuk itu dalam proses belajar mengajar guru harus mempunyai berbagai macam metode yang diterapkan, karena dapat memacu siswa untuk giat dalam belajar. Apabila didalam diri peserta didik itu kurang giat dalam belajar itu disebabkan karena motivasi yang dimiliki rendah, sehingga mengakibatkan keaktifan kurang, dan prestasi yang rendah pula. Hal ini bias terjadi karena:
1.     Metode mengajar guru yang dapat menimbulkan kesulitan belajar antara lain:
a)       Metode mengajar yang mendasarkan diri pada latihan mekanis tidak didasarkan pada pegertian.
b)       Guru dalam mengajar tidak menggunakan alat peraga yang memungkinkan semua alat inderanya sendiri.
c)        Metode mengajar yang menyebabkan murid pasif, sehingga anak tidak ada aktivitas. Hal ini bertentangan dengan dasar psikologi, sebab pada dasarnya individu ini makhluk dinamis.
d)       Metode mengajar tidak menarik, kemungkunan materinya tiggi, atau tidak menguasai bahan.
e)        Guru hanya menggunakan satu metode saja dan tidak bervariasi. Hal ini menunjukkan guru yang sempit, tidak mempunyai kecakapan diskusi, Tanya jawab, eksperimen, sehingga menimbulkan aktivitas murid dan suasana menjadi tidak hidup.
2.     Guru-guru menuntut standar pelajaran di atas kemampuan anak.
3.     Guru tidak memiliki kecakapan dalam usaha diagnosis kesulitan belajar.
Misalnya dalam bakat, minat, sifat, kebutuhan anak-anak dan sebagainya.
4.     Guru tak pandai menerangkan, sinis dan sombong, menjengkelkan tinggi hati, pelit dalam memberi angka, tak adil dal lain-lain.
5.     Guru kurang ahli, pada mata pelajaran yang dipegangnya. Hal ini bisa terjadi, karena yang dipegagnya kurang sesuai, sehingga kurang menguasi lebih-lebih kalau kurang persiapan, sehingga cara menerapkan kurang jelas, sukar dimengerti oleh muridnya.[7]

Sedangkan hal-hal yang menyebabkan keaktifan siswa kurang antara lain:
1.     Siswa cenderung bosan dengan diskusi yang monoton.
2.     Siswa kurang mendapat kebebasn untuk mengajukan permasalahan sendiri.
3.     Siswa yang kurang memperhatikan pelajaran tidak mendapat teguran dari guru bidan studi.
4.     Siswa ramai pada saat siswa lain menuliskan jawaban kedepan kelas.
5.     Siswa hanya menulis jawaban yang mereka cari saja sedangkan jawaban yang lain tidak, dengan kata lain mereka tidak mau tau dengan jawaban dari teman lain.
6.     Kurang ada kerjasama dalam menyelesaikan masalah. Sehingga mengakibatkan proses belajar-mengajar kurang lancar dan hasil yang dicapaipun kurang memuaskan.


[1] Siswandi, pengertian evry one is teacher here.http:www. ptk gurublog at wordpress diakses 30 september 2009
[2] Fatah yasin. Dimens-dimensi pendidikan islam.(UIN- Malang PRES 2008 )
[3] UU RI No. 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional. Bandung:Citra Umbara, hal.5
[4] Armai Arief, Pengantar Ilmu dan Metodologi Pendidikan Islam, Ciputat: Ciputat Press, 2002, hal.43
[5] Siswandi, pengertian evry one is teacher here.http:www. ptk gurublog at wordpress diakses 30 september 2009
[6] Ibid…
[7] Ahmadi dan supriono. Psikologi belajar. (Jakarta: Rineka Cipta, 1991) hlm84-85.

0 komentar:

Poskan Komentar